CERPEN : Ledakan dari utara
LEDAKAN DARI UTARA
-YeyenNF-
Puluhan,
ratusan, bahkan ribuan angka dan huruf telah aku rangkai menjadi suatu elemen.
Mengerjakan semua itu butuh waktu dan sedikit pengorbanan. Aku harus bertahan
dari teriknya matahari, aku harus menghindar dari terkaan singa, bahkan aku
harus lebih kuat dari auman serigala. Pernah sepatuku robek dibuatnya. Pundakku
terasa sakit setelah memikul hal itu begitu lama.
Hingga tepat pada saat dimana
pengumpuln hasil dari elemen itu dimulai. Mulai kususun semua hasil riset dari
A hingga Z. Selesai sudah pekerjaan yang membosankan ini, pikirku. Langkah kaki
ini semakin ringan saja setelah kejadian itu berakhir. Lalu kemudian aku pergi
ke perpustakaan untuk mencari referensi baru.
“Hey orang payah!” terdengar
teriakkan seseorang dari lorong.
“Apa yang kau inginkan?” sahutku.
“Tidakkah kau berfikir aku akan
mengambil sesuatu yang ada didalam dirimu pecundang kecil?”
“Jika kau seorang manusia yang
bisa berfikir kemarilah, mari berbincang secara langsung. Janganlah bersembunyi
dibelakang sana!”
Lalu terdengar suara langkah kaki
yang terus mendekat.
“Aku menginginkan elemen yang
telah kau buat!” teriaknya didekat telingaku.
“Bukankah guru telah membicarakan
hal ini sebelumnya? Apakah tidak bisa kau menggunakan kemampuanmu sendiri untuk
menyelesaikan itu?”
“Berikanlah salinan elemen itu
jika kau menganggapku teman” kemudian suaranya menjadi sangat lembut dan
dipasangnya wajah memelas.
“Sudahlah, ambil ini” rasa
ketidaktegaan ini membuatku tidak tahan melihat wajahnya yang konyol itu.
Hal seperti itu sering terjadi kepadaku. Entah apa saja yang mereka lakukan diluar sana sehingga mereka tidak mempunyai waktu untuk menyelesaikan itu semua. Sesaat setelah kejadian itu terjadi aku lalu pergi keluar ruangan. Terasa berat rasanya untuk menghela nafas ini, mengingat semua yang terjadi dihidupku hanya begitu-begitu saja.
Singkat cerita, pengumuman hasil skor akhir pengumpulan elemen dimulai. Semua murid duduk dengan rapi dibangku mereka masing-masing, lalu diumumkannya nama si ‘penyalin’ elemen milikku yang ternyata menjadi salahsatu dari sekian murid yang terbaik mengerjakannya. Naik sudah darah ini, mengingat semua yang ia kerjakan adalah sesungguhnya hasil kerja kerasku. Tapi apa boleh buat dia sudah girang dibuatnnya dan aku hanya bisa terdiam dan kesal.
Entah aspek seperti apa yang menjadi aspek penilaian guru itu. Mungkin karena di daftar absensi namaku berada diurutan paling terakhir sehingga guru tersebut menganggap bahwa aku yag menyalin tugas dari’nya’? entahlah percuma mengungkit semua permasalahan yang jelas takkan pernah terselesaikan. Disini aku berfikir bahwa di negara ini hak cipta memang benar-benar dipandang sebelah mata. Bagaimanapun kita mempertahankannya semakin dipertahankan maka semakin mudah kita melepaskan. Jadi begitulah, ledakan dari utara.
CERPEN : Melodi pagi
Terdengar suara dari gesekan rel kereta api dengan roda baja yang amat kencang. Sekilas rimbunnya pepohonan tampak ikut menyemarakkan pagi ini. Namun cukup mencengangkan, hal indah seperti ini tidak membuat mereka yang berdasi merasa puas dan ingin hidup didalamnya. Yang mereka pikirkan hanyalah sebuah tong yang kosong. Sapaan dari teman-teman dan hangatnya mentari yang mencoklatkan kulit cukup untuk membuatku bangga menjadi insan yang hidup di lingkungan ini. Setiap pagi ku kayuh sepeda kumbang ini, pertanda kegigihanku untuk menggapai mimpi semakin hari semakin menggebu saja. Hamparan hijaunya sawah membuatku tak ingin meninggalkan satu episode pun mengenai hal ini.
Hingga pada disuatu titik ribuan suara menuntunku untuk pergi dan berdiri diatas mimbar. Dan pada akhirnya mereka menginginkan aku berjalan diatas kerikil tanpa mengenakan alas kaki. Kejam memang, tetapi semua tangisan dan rasa sakit itu seakan pergi bersama riuhnya tepuk tangan yang menggema dari setiap sudut aula.
"Apa yang sedang terjadi disana?" teriak seseorang dari kerumunan.
"Siapa disana? kemarilah keatas mimbar!" sahutku.
Dengan tubuh kecilnya ia kemudian berdesak-desakkan agar sampai diatas mimbar untuk menemuiku. Sesampainya ia diatas mimbar, kemudian aku berbisik kepadanya.
"Apa yang kau katakan disana tadi? maaf kawan kerasnya suaramu masih kalah oleh gemuruh dari kerumunan itu"
"Ah, yen mungkin orang sepertiku terlalu lancang untuk berbicara denganmu seperti ini. Sudahlah lupakan"
"Orang egois yang angkuh seperti sampah layaknya diriku ini masih dapat menginjakkan kaki diatas mimbar, lalu lihat dirimu. Kau seperti peri yang masih bisa merendah dihadapan sampah sepertiku. Ayo cepat katakan saja kawan"
"Betapa bodohnya diriku, masih saja ingin berangan-angan menjadi salahsatu dari kolega-mu"
"Angan-angan? kau membicarakan tentang angan-angan? mari kita tukarkan angan-angan itu menjadi sebuah tindakan yang menjadi kenyataan!"
Lalu ia kemudian memelukku erat sembari menangis terharu. Disini aku belajar bahwa hal kecil yang kita punya, mampu membahagiakan oranglain. Hari terus berlalu dan aku masih duduk termangu mengingat cerita tentang si peri telah berlalu. Hingga kelereng,sendok,semangka,coklat,kepingan logam dan semua canda tawa sempat membuat hidup ini terasa lengkap.
Tembakkan meriam dari sudut kota seakan membuatku terbangun dari lamunan. Telinga ini terasa sakit dibuatnya. Para kolega yang ku punya, malangnya diantara mereka ada yang terkena tembakkan itu. Sekuat tenaga ku kerahkan semua yang aku punya, yang aku bisa. Tapi hasilnya nihil, sebuah masalah baru kemudian menyeruak kepermukaan.
Dinginnya suhu seakan menjadikan semua problema membeku. Entahlah, mungkin astronot diluar angkasa sana sedang menyemprotkan parfum. Mungkin anak dibawah umur yang masih sekolah dipaksa untuk bekerja. Mungkin ada yang menggali tambang diatas langit. Mungkin kaki ayam membengkak menyerupai kaki dinosaurus. Mungkin? mungkin saja.
Lelahnya hari ini seakan mendorong langkah kakiku untuk menepi disisi sungai. Ada hal yang terlintas dibenakku, mengingat semua hal yang pernah terjadi dihidupku kemudian aku teringat akan sosok yang tak mungkin pernah aku lupakan. Dia adalah temanku berteriak dan berlari, kemanapun kami pergi kami selalu membuat memori. Tentang sepeda yang kami rubah menjadi limosin, tentang penjelajahan samudra yang pernah kita lakukan disebuah selokan, juga cerita tentang pohon jambu di dekat kolam. Mungkin hanya seekor monyet miliknya yang masih mengingat hal itu. Tak ada foto, tak ada gadget maupun alat perekam memori lainnya. Yang ada hanyalah hamparan tanah hijau yang luas, tempat kami berbaring dibawah awan dan tempat kami bercerita mengenai hari. Kisah kami memang hanya sebuah memori. Menyedihkan saat semua keindahan itu hancur berserakan oleh kesalahpahaman. Lucu memang, tetapi sungguh aku rindu cerita itu. Cerita yang mungkin takkan pernah terulang kembali. Tetapi aku bersyukur kepada tuhan karena aku yakin ia juga pasti akan membagikan alunan melodi pagi yang indah ini kepadamu. Tepat disaat kau merasakan hal yang sama. Saat dunia mungkin tidak sedang menatap kearahmu. Coba ingatlah hari itu, saat roda sepeda berputar tepat disamping kaki kita. Aku masih disana, dan akan tetap selalu disana sampai cahaya merenggut semua keindahan ini. Aku dan melodi pagi.
OSIS DIKREDIHUR 2013-2014
OSIS DIKREDIHUR PERIODE 2013-2014
DIKREDIHUR= Disiplin,Kreatif,dan Berbudi Luhur, itulah Visi Misi kami..
"We Will Never Give Up" ya itulah motto kami.. Kami adalah OSIS SMPN 4 Rancaekek Periode 2013-2014. Sekolah kami berlokasi di Jl.Rancakeong No.004B Kab.Bandung ..
Kami awalnya beranggotakan 21 orang siswa, seiring berjalannya waktu keanggotaan kami berkurang dikarenakan berbagai konflik dan akhirnya bertahan 18 orang.
Arti makna dari kaos :
~ Warna Merah>> Melambangkan keberanian
~ Warna Biru nepi>> Mencerminkan kami seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama
~ Gambar Macan membawa kujang>> Melambangkan keberanian kami dalam hal positif sebagai pelajar Jawa Barat
Keanggotaan :
~ Yeyen Nurfitriyana (Ketua 1) *saya
~ Faris Verliansyah (Ketua 2)
~ Muhammad Hadi Nugraha (Ketua 3)
~ Qorri Ilmi Faddilah (Sekretaris 1)
~ Siti Aisyah (Sekretaris 2)
~ Mimin Ayu Maysaroh (Bendahara 1)
~ Siti Ayu Yulianti (Bendahara 2)
~ Ichsan Nurdiansyah (Sekbid)
~ Agni Nuryantika (Sekbid)
~ Fikri Ade Mustofa (Sekbid)
~ Mia Sri Rahayu (Sekbid)
~ Muhammad Agung Adiputra (Sekbid)
~ Annisa Nur Aprilia (Sekbid)
~ Bagas Handika (Sekbid)
~ Ajeng Rahayu (Sekbid)
~ Muhammad Fahreza Ramadansyah (Sekbid)
~ Andi Purwandi (Sekbid)
~ Gia Nurhuda (Sekbid)
Kami menjabat selama 1 tahun di SMP kami, dan sekarang kami sudah pensiun menjadi OSIS disekolah kami, sekarang sudah digantikan oleh OSIS yang baru.
Di OSIS kami belajar berbagai hal, mulai dari bagaimana caranya bertanggung jawab, bagaimana caranya menghargai, bagaimana caranya menyatukan pendapat yang berbeda, dan lain sebagainya..
Banyak sekali pengalaman, cerita, juga tak jarang konflik terjadi di OSIS ini. Tetapi meskipun konflik sering terjadi dan itulah saatnya melatih kita untuk lebih memahami dan lebih menghargai arti kebersamaan itu sebenarnya..
Kami mengabdi selama 1 tahun tanpa kenal lelah, kami jadikan semua itu sebagai upaya untuk mengemban tugas semata-mata hanya untuk memberikan yang terbaik bagi sekolah kami tercinta ini..
Cape? Bareng-bareng, Ketawa? Bareng-bareng, Kesel? Bareng-bareng, Lapar? Bareng-bareng, semuanya kita lalui sama-sama.. Baik senang ataupun susah, kita tetap selalu bersama
Kami bukan hanya sekedar organisasi, tapi dibalik sebuah organisasi kami ini adalah sebuah keluarga.. We are family!:)
Bicara soal Haters? Haha senyumin aja deh, Haters adalah fans yang tertunda:$ atau bisajadi penggemar rahasia:D .. kita memang tidaklah PERFECT tapi kami selalu mengutamakan RESPECT!:)
Terlalu sulit untuk dilupakan, dan terlalu manis untuk dikenang.. walaupun kini kita udah bubar tapi OSIS DIKREDIHUR akan tetap selalu ada! WE WILL NEVER DIE!!B-)
Lirik lagu Far East Movement Ft.Justin bieber~ Live my life
((Intro - Justin Bieber))
I'm gonna live my life
No matter what, we party tonight
I'm gonna li-li-live my life
I know that we gon' be alright
((Far East Movement))
Yo, hell yeah, dirty bass
Ghetto girl, you drive me crazy
Hell yeah, dirty bass
Yo, yo
This beat make me go wow (go wow)
This drink make me fall down (fall down)
I party hard like carnival
Let's burn this motha down
This bass make me go ache (go ache)
This girl circus so late (so late)
You're that telly cake with a cali shake
I got dough, who's down to fake
Oh my, dirty bass
Oh you got it like that
I can work that bad
Let me get that
(get your ass on the floor)
Oh my, dirty bass
Oh you got that small
I can break that off
Let me get that
(get your ass on the floor)
((Justin Bieber - Chorus))
I'm gonna live my life
No matter what, we party tonight
I'm gonna li-li-live my life
I know that we gon' be alright
I'm gonna live my life
No matter what, we party tonight
I'm gonna li-li-live my life
I know that we gon' be alright
Wo-oh oh, wo-oh oh,
I know that we gon' be alright
Wo-oh oh, wo-oh oh
I know that we gon' be alright
((Far East Movement))
Yo, hell yeah, dirty bass
Ghetto girl, you drive me crazy
Hell yeah, dirty bass
No matter where we be at VIP, or in the ceiling
All we need to start it is the speakers in my chit-chat
I spot a couple hotties
Holla, we're the party, we that
Girl move it like pilates
Put your head where your knee at
Oh my, dirty bass
Oh you got it like that
I can work that bad
Let me get that
(get your ass on the floor)
Oh my, dirty bass
Oh you got that small
I can break that off
Let me get that
(get your ass on the floor)
((Justin Bieber - Chorus))
I'm gonna live my life
No matter what, we party tonight
I'm gonna li-li-live my life
I know that we gon' be alright
I'm gonna live my life
No matter what, we party tonight
I'm gonna li-li-live my life
I know that we gon' be alright
((Far East Movement - Bridge))
This is my moment tonight
Hell yeah we doing it right
So get your hands up in the air
Like you living your life
This is my moment tonight
Hell yeah we doing it right
So get your hands up in the air
Like you living your life
Like you living your life
Li-like you living your life
Like you living your life
((Justin Bieber - Chorus))
I'm gonna live my life
No matter what, we party tonight (party tonight)
I'm gonna li-li-live my life (my life)
I know that we gon' be alright
Wo-oh oh, wo-oh oh
I know that we gon' be alright
Wo-oh oh, wo-oh oh
I know we gon' be alright (we gon be alright)
((Fades Out))
I'm gonna live my life
No matter what, we party tonight
I'm gonna li-li-live my life
I know that we gon' be alright
((Far East Movement))
Yo, hell yeah, dirty bass
Ghetto girl, you drive me crazy
Hell yeah, dirty bass
Yo, yo
This beat make me go wow (go wow)
This drink make me fall down (fall down)
I party hard like carnival
Let's burn this motha down
This bass make me go ache (go ache)
This girl circus so late (so late)
You're that telly cake with a cali shake
I got dough, who's down to fake
Oh my, dirty bass
Oh you got it like that
I can work that bad
Let me get that
(get your ass on the floor)
Oh my, dirty bass
Oh you got that small
I can break that off
Let me get that
(get your ass on the floor)
((Justin Bieber - Chorus))
I'm gonna live my life
No matter what, we party tonight
I'm gonna li-li-live my life
I know that we gon' be alright
I'm gonna live my life
No matter what, we party tonight
I'm gonna li-li-live my life
I know that we gon' be alright
Wo-oh oh, wo-oh oh,
I know that we gon' be alright
Wo-oh oh, wo-oh oh
I know that we gon' be alright
((Far East Movement))
Yo, hell yeah, dirty bass
Ghetto girl, you drive me crazy
Hell yeah, dirty bass
No matter where we be at VIP, or in the ceiling
All we need to start it is the speakers in my chit-chat
I spot a couple hotties
Holla, we're the party, we that
Girl move it like pilates
Put your head where your knee at
Oh my, dirty bass
Oh you got it like that
I can work that bad
Let me get that
(get your ass on the floor)
Oh my, dirty bass
Oh you got that small
I can break that off
Let me get that
(get your ass on the floor)
((Justin Bieber - Chorus))
I'm gonna live my life
No matter what, we party tonight
I'm gonna li-li-live my life
I know that we gon' be alright
I'm gonna live my life
No matter what, we party tonight
I'm gonna li-li-live my life
I know that we gon' be alright
((Far East Movement - Bridge))
This is my moment tonight
Hell yeah we doing it right
So get your hands up in the air
Like you living your life
This is my moment tonight
Hell yeah we doing it right
So get your hands up in the air
Like you living your life
Like you living your life
Li-like you living your life
Like you living your life
((Justin Bieber - Chorus))
I'm gonna live my life
No matter what, we party tonight (party tonight)
I'm gonna li-li-live my life (my life)
I know that we gon' be alright
Wo-oh oh, wo-oh oh
I know that we gon' be alright
Wo-oh oh, wo-oh oh
I know we gon' be alright (we gon be alright)
((Fades Out))
Lirik lagu Last Child~ Seluruh nafas ini
Lihatlah luka ini yang sakitnya abadi
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Aku tak akan lupa tak akan pernah bisa
Tentang apa yang harus memisahkan kita
Di saat ku tertatih tanpa kau di sini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini
Kita telah lewati rasa yang pernah mati
Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
Tanpa kita mencari jalan untuk kembali
Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku
Di saat ku tertatih tanpa kau di sini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini
Dan ini yang terakhir (aku menyakitimu)
Ini yang terakhir (aku meninggalkanmu hoo..)
Tak kan ku sia-siakan hidupmu lagi
Ini yang terakhir, dan ini yang terakhir
Tak kan ku sia-siakan hidupmu lagi
Jika memang dirimulah tulang rusukku (terlahir untukku)
Kau akan kembali pada tubuh ini (bawa hatiku kembali)
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini
Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini
Untukmu seluruh nafas ini
Untukmu seluruh nafas ini
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu
Aku tak akan lupa tak akan pernah bisa
Tentang apa yang harus memisahkan kita
Di saat ku tertatih tanpa kau di sini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
Jika memang dirimulah tulang rusukku
Kau akan kembali pada tubuh ini
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini
Kita telah lewati rasa yang pernah mati
Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku
Tanpa kita mencari jalan untuk kembali
Takdir cinta yang menuntunmu kembali padaku
Di saat ku tertatih tanpa kau di sini
Kau tetap ku nanti demi keyakinan ini
Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini
Dan ini yang terakhir (aku menyakitimu)
Ini yang terakhir (aku meninggalkanmu hoo..)
Tak kan ku sia-siakan hidupmu lagi
Ini yang terakhir, dan ini yang terakhir
Tak kan ku sia-siakan hidupmu lagi
Jika memang dirimulah tulang rusukku (terlahir untukku)
Kau akan kembali pada tubuh ini (bawa hatiku kembali)
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu seluruh nafas ini
Jika memang kau terlahir hanya untukku
Bawalah hatiku dan lekas kembali
Ku nikmati rindu yang datang membunuhku
Untukmu seluruh nafas ini
Untukmu seluruh nafas ini
Untukmu seluruh nafas ini
Lirik lagu Dhyo Haw~ Mahalnya kepercayaan
Jangan hanya bisa bicara saja
Karna kau sering kali
Kau banyak bicara
Semua yang kau ucap kini
Disini teringat
Dan hanya tersenyum
Kini ku menghadapinya
Jangan hanya bisa umbar janji aja
Karna sampai kini tak ada buktinya
Dan mestinya saat ini
Kau menyadarinya
Mau sampai kapan
Kau terus berpura – pura
Dan harusnya kau bicara
Wo o o o...
Jujur apa adanya
Dan tak perlu sedikit pun kau harus
Berpura – pura
Sampai melebihi kata – kata mu
Reff:
Dan ternyata kau siakan
Kepercayaan yang telah
Kau janjikan
Kau abaikan
Mungkin sekarang kau
Terlambat sudah tuk
Menyesalkan dan harusnya
Kau berfikir kepercayaan mahal harganya
Let’s Go!
Dan harusnya kau bicara
Wo o o o...
Jujur apa adanya
Dan tak perlu sedikit pun kau harus
Berpura – pura
Sampai melebihi kata – kata mu
Kembali ke Reff 2X
Yo ou
Karna kau sering kali
Kau banyak bicara
Semua yang kau ucap kini
Disini teringat
Dan hanya tersenyum
Kini ku menghadapinya
Jangan hanya bisa umbar janji aja
Karna sampai kini tak ada buktinya
Dan mestinya saat ini
Kau menyadarinya
Mau sampai kapan
Kau terus berpura – pura
Dan harusnya kau bicara
Wo o o o...
Jujur apa adanya
Dan tak perlu sedikit pun kau harus
Berpura – pura
Sampai melebihi kata – kata mu
Reff:
Dan ternyata kau siakan
Kepercayaan yang telah
Kau janjikan
Kau abaikan
Mungkin sekarang kau
Terlambat sudah tuk
Menyesalkan dan harusnya
Kau berfikir kepercayaan mahal harganya
Let’s Go!
Dan harusnya kau bicara
Wo o o o...
Jujur apa adanya
Dan tak perlu sedikit pun kau harus
Berpura – pura
Sampai melebihi kata – kata mu
Kembali ke Reff 2X
Yo ou
Pengalaman jadi ketua osis
hy kawan koey2, ktemu lgi nih sama aku.. kali ini aku pengen nge-share pengalaman aku ketika jadi ktua osis.. oke critanya gini nih,,
dulu aku cuman siswa biasa2 aja alias tanpa jabatan d skolahku, tapi semua itu berubah ketika ada PemCaKeTos (pemilihan calon ketua osis), pada saat itu teman2ku banyak yang dukung aku untuk nyalonin diri jadi calon ktua osis, tadinya aku sempet ragu2 tapi seiring berjalannya waktu dan aku pun berfikir bolak balik sabang-merauke (haha lebay) aku pun memutuskan untuk mencalonkan diri jadi ktua osis karena kalo dipikir2 skolah aku itu butuh perubahan, maka dari itu siapa tahu aku bisa merubahnya menjadi lebih baik lagi jika kelak aku nanti jadi ketua osis. seleksi calon ktua osis pun berlangsung selama bbrapa hari, nah stelah seleksi itu selesai tibalah saatnya pengumuman calon ketua osis yang lolos seleksi... dan Eng Ing Eng, aku masuk dalam daftar 5 besar calon ktua osis.
hari berikutnya tibalah saat kampanye ke setiap kelas, sewaktu ke kelas 7 kampanye nya lancar, lalu ke kelas 9 kampanyenya cukup lancar jga, nah esoknya ke kelas 8 alias ke kelas teman2 sebaya-ku rasanya sbelum masuk ke kelas 8 itu dag dig dug ga jelas soalnya aku tahu kalo teman2 sebaya-ku pasti pada ngetawain, atau mengeluarkan kata2 yang jelas ga enak di denger sampe2 aku kena demam keringet dingin.. lebih parahnya lagi stiap aku ngucapin salam ada yg jawab dan ada yg engga (dosa tuh) haduh parah deh hari itu mah...
nah, sekarang nih tibalah saat pencoblosan calon ktua osis dimulai, ber-jam jam aku dan calon ktua osis yg lain nungguin temen2 mengisi surat suara mereka, haduh bosen juga yah "cangkeul" kalo bahasa sunda nya mah (hahaha), sekaraaanggg waktunyaa.. yah mulai deh dag dig dug lagi, "penghitungan suara" pun dimulai mana hujan turun gerimis lagi menambah genting suasana, dan.. surat suara satu dibuka trnyata isi nya nama aku, wih aku bisa bernafas sedikit lega huufftt.., lalu surat ke 2 ternyata isinya nama si FV (inisial), yah draw deh haduh keadaan udah ga karuan ketika kotak suara terakhir mulai berkurang, perolehan suara aku dan FV saling kejar mengejar.haduhh keadaan semakin ga karuan aja.
penghitungan suara pun selesai dan Eng-Ing-Eng ternyata aku dapat perolehan suara terbanyak (290) suara, sedangkan FV (272) cukup beda tipis..
walaupun beda tipis tapi tetap saja aku yang menang (hehehe). aku pun dibanjur dengan air karena telah menjadi ketua osis yang baru, yaa udah mah ujan jadi dingin ditambah dibanjur air jadi tambah super dingin. tapi tak apa2 lah yang penting aku menang jadi ketua osis... betapa senangnya hatiku, akupun bersyukur kepada allah dan berterimakasih kepada semua yang tlah mendukungku selama ini,,
sekianlah cerita ku ketika mulai dari calon ketua osis menjadi ketua osis ... sampai jumpa lain waktu yaa :D
dulu aku cuman siswa biasa2 aja alias tanpa jabatan d skolahku, tapi semua itu berubah ketika ada PemCaKeTos (pemilihan calon ketua osis), pada saat itu teman2ku banyak yang dukung aku untuk nyalonin diri jadi calon ktua osis, tadinya aku sempet ragu2 tapi seiring berjalannya waktu dan aku pun berfikir bolak balik sabang-merauke (haha lebay) aku pun memutuskan untuk mencalonkan diri jadi ktua osis karena kalo dipikir2 skolah aku itu butuh perubahan, maka dari itu siapa tahu aku bisa merubahnya menjadi lebih baik lagi jika kelak aku nanti jadi ketua osis. seleksi calon ktua osis pun berlangsung selama bbrapa hari, nah stelah seleksi itu selesai tibalah saatnya pengumuman calon ketua osis yang lolos seleksi... dan Eng Ing Eng, aku masuk dalam daftar 5 besar calon ktua osis.
hari berikutnya tibalah saat kampanye ke setiap kelas, sewaktu ke kelas 7 kampanye nya lancar, lalu ke kelas 9 kampanyenya cukup lancar jga, nah esoknya ke kelas 8 alias ke kelas teman2 sebaya-ku rasanya sbelum masuk ke kelas 8 itu dag dig dug ga jelas soalnya aku tahu kalo teman2 sebaya-ku pasti pada ngetawain, atau mengeluarkan kata2 yang jelas ga enak di denger sampe2 aku kena demam keringet dingin.. lebih parahnya lagi stiap aku ngucapin salam ada yg jawab dan ada yg engga (dosa tuh) haduh parah deh hari itu mah...
nah, sekarang nih tibalah saat pencoblosan calon ktua osis dimulai, ber-jam jam aku dan calon ktua osis yg lain nungguin temen2 mengisi surat suara mereka, haduh bosen juga yah "cangkeul" kalo bahasa sunda nya mah (hahaha), sekaraaanggg waktunyaa.. yah mulai deh dag dig dug lagi, "penghitungan suara" pun dimulai mana hujan turun gerimis lagi menambah genting suasana, dan.. surat suara satu dibuka trnyata isi nya nama aku, wih aku bisa bernafas sedikit lega huufftt.., lalu surat ke 2 ternyata isinya nama si FV (inisial), yah draw deh haduh keadaan udah ga karuan ketika kotak suara terakhir mulai berkurang, perolehan suara aku dan FV saling kejar mengejar.haduhh keadaan semakin ga karuan aja.
penghitungan suara pun selesai dan Eng-Ing-Eng ternyata aku dapat perolehan suara terbanyak (290) suara, sedangkan FV (272) cukup beda tipis..
walaupun beda tipis tapi tetap saja aku yang menang (hehehe). aku pun dibanjur dengan air karena telah menjadi ketua osis yang baru, yaa udah mah ujan jadi dingin ditambah dibanjur air jadi tambah super dingin. tapi tak apa2 lah yang penting aku menang jadi ketua osis... betapa senangnya hatiku, akupun bersyukur kepada allah dan berterimakasih kepada semua yang tlah mendukungku selama ini,,
sekianlah cerita ku ketika mulai dari calon ketua osis menjadi ketua osis ... sampai jumpa lain waktu yaa :D
Cara agar berlari cepat [ TRIK INIMAH ]
Aku akan memberi sedikit trik untuk kalian khususnya bagi yang lari nya lambat. Ada kabar bagus nih buat kalian yang mungkin belum bisa berlari cepat (lambat), daripada kalian frustasi gara-gara ditinggalin teman karena kita jalannya lambat alias lemot, mending kita coba trik ini agar dapat berlari dengan cepat sampai-sampai kita bisa berbalik ninggalin temen kita yang udah ninggalin tadi haha. Ini trik tidak diketahui banyak orang, jadi kalian termasuk orang-orang yang beruntung karena telah mengetahui trik ini.
Triknya sangat mudah dan murah meriah, pasalnya karena trik ini hanya membutuhkan. Nah karet gelang ini sangat terjangkau sehingga banyak terdapat di warung dan banyak pula kegunaannya, contohnya saja bisa membuat kita berlari cukup kencang, wahh? kok bisa? nah, kali ini kalian akan mengetahuinya..
langkah pertama,
> ambil karet gelang minimal 3 buah,
langkah kedua,
> masukan karet tersebut ke dalam jempol kaki kalian
langkah ketiga,
> lalu lilitkan 1x
langkah keempat,
> tarik ke belakang lalu kaitkan ke bagian belakang tumit kaki kalian.
Nah, dengan cara ini lah kalian bisa berlari kencang, pasalnya ketika sudah pakai karet gelang tersebut dan kita berlari maka tubuh kita akan terasa lebih ringan..
*Just for share, karena cepatnya kita berlari hanya ditentukan oleh kemampuan kita masing-masing.
Triknya sangat mudah dan murah meriah, pasalnya karena trik ini hanya membutuhkan. Nah karet gelang ini sangat terjangkau sehingga banyak terdapat di warung dan banyak pula kegunaannya, contohnya saja bisa membuat kita berlari cukup kencang, wahh? kok bisa? nah, kali ini kalian akan mengetahuinya..
langkah pertama,
> ambil karet gelang minimal 3 buah,
langkah kedua,
> masukan karet tersebut ke dalam jempol kaki kalian
langkah ketiga,
> lalu lilitkan 1x
langkah keempat,
> tarik ke belakang lalu kaitkan ke bagian belakang tumit kaki kalian.
Nah, dengan cara ini lah kalian bisa berlari kencang, pasalnya ketika sudah pakai karet gelang tersebut dan kita berlari maka tubuh kita akan terasa lebih ringan..
*Just for share, karena cepatnya kita berlari hanya ditentukan oleh kemampuan kita masing-masing.
CERPEN : Gula gula lumpur
Kejadian ini berawal saat aku masih duduk di bangku sekolah dasar, seperti biasa aku bangun jam 5 lalu salat lalu sesudah itu mandi, dan setelah mandi aku sarapan sambil nonton tv entah menapa hari itu rasanya males banget ke sekolah, ya tapi apa boleh buat sekolah kan kewajiban seorang pelajar, akupun bersiap-siap untuk bergegas ke sekolah.
Terlihat diluar dekat teras rumah, sepedaku yang juga siap untuk menemaniku ke sekolah. Sepeda itu lagi sepeda itu lagi, bosan aku melihatnya. Walaupun sepedaku begitu-begitu saja tapi sepeda itu setia menemaniku kemana pun tempat yang ku hendaki, sepeda aku itu emang is the best lah karena dia itu selalu mengantarku kemana saja (pintu doraemon kali kemana saja *haha).
Ketika aku melihat jam ternyata jam telah menunjukan pukul 06.50 "aduh sepertinya nya aku datang ke skolahnya telat nih, mana 10 menit lagi lonceng sekolah bunyi" aku pun dengan cepat bergegas berpamitan kepada kedua orangtua ku dan juga kakakku, stelah itu barulah ku gowes dengan cepat sepedaku, sampai-sampai tali sepatuku pun belum terikat dengan benar karena tadi aku sangat terburu-buru.
Nafasku tak teratur, sampe ngos-ngos an karena saking takut terlambatnya ke sekolah. Di jalan dekat sawah tepatnya di jalan turunan aku melihat dua orang anak kecil yang sedang bermain roda dengan menggunakan potongan bambu kecil, "aduh ini anak pake main begituan segala lagi di jalan yang sempit gini" pikirku. Kemudian kedua anak itu melihatku dengan mata jail+sedikit sinis, "wah ini anak kaya nya punya maksud tertentu nih" pikirku lagi. Eh iya saja benar dugaanku, mereka seketika menggulingkan aku yang tengah naik sepeda ke arah samping sawah, dan seketika itu pula aku terjatuh ke sawah bersama sepedaku.
"Hey anak-anak nakal, mau kemana kalian? kalo berani sini jangan kabur! dasar pengecut!" aku berteriak dengan kencang tetapi sepertinya mereka tak menghiraukannya dan mereka pun kabur. "Tuh kan bener apa firasatku, mungkin ini penyebabnya aku malas pergi ke sekolah hari ini" akupun berbicara sendiri sambil berusaha menaikan sepedaku yang penuh lumpur ke tepi sawah.
Tak lama kemudian datanglah temanku yang kebetulan dia juga kesiangan, lalu akupun meminta pertolongan padanya. Dia pun menolongku keluar dari lumpur sambil menahan tawa. "Kamu kenapa kok bisa jatoh disini?" tanya-nya "Hm panjang ceritanya, pokoknya nanti deh aku jelasin". Setelah membantuku keluar dari lumpur dia pun segera bergegas pergi ke skolah, "Terimakasih ya kawan" teriakku. Aku juga segera pulang kembali ke rumah untuk mengganti baju seragamku yang penuh lumpur. Sesampainya di rumah aku pun sempat kena marah karena dikiranya aku main-main, kedua orangtuaku mengira bahwa aku hanya beralasan saja agar tidak pergi ke sekolah. Tapi kan faktanya aku kena musibah, haduh aku bingung menjelaskannya.
Terlihat diluar dekat teras rumah, sepedaku yang juga siap untuk menemaniku ke sekolah. Sepeda itu lagi sepeda itu lagi, bosan aku melihatnya. Walaupun sepedaku begitu-begitu saja tapi sepeda itu setia menemaniku kemana pun tempat yang ku hendaki, sepeda aku itu emang is the best lah karena dia itu selalu mengantarku kemana saja (pintu doraemon kali kemana saja *haha).
Ketika aku melihat jam ternyata jam telah menunjukan pukul 06.50 "aduh sepertinya nya aku datang ke skolahnya telat nih, mana 10 menit lagi lonceng sekolah bunyi" aku pun dengan cepat bergegas berpamitan kepada kedua orangtua ku dan juga kakakku, stelah itu barulah ku gowes dengan cepat sepedaku, sampai-sampai tali sepatuku pun belum terikat dengan benar karena tadi aku sangat terburu-buru.
Nafasku tak teratur, sampe ngos-ngos an karena saking takut terlambatnya ke sekolah. Di jalan dekat sawah tepatnya di jalan turunan aku melihat dua orang anak kecil yang sedang bermain roda dengan menggunakan potongan bambu kecil, "aduh ini anak pake main begituan segala lagi di jalan yang sempit gini" pikirku. Kemudian kedua anak itu melihatku dengan mata jail+sedikit sinis, "wah ini anak kaya nya punya maksud tertentu nih" pikirku lagi. Eh iya saja benar dugaanku, mereka seketika menggulingkan aku yang tengah naik sepeda ke arah samping sawah, dan seketika itu pula aku terjatuh ke sawah bersama sepedaku.
"Hey anak-anak nakal, mau kemana kalian? kalo berani sini jangan kabur! dasar pengecut!" aku berteriak dengan kencang tetapi sepertinya mereka tak menghiraukannya dan mereka pun kabur. "Tuh kan bener apa firasatku, mungkin ini penyebabnya aku malas pergi ke sekolah hari ini" akupun berbicara sendiri sambil berusaha menaikan sepedaku yang penuh lumpur ke tepi sawah.
Tak lama kemudian datanglah temanku yang kebetulan dia juga kesiangan, lalu akupun meminta pertolongan padanya. Dia pun menolongku keluar dari lumpur sambil menahan tawa. "Kamu kenapa kok bisa jatoh disini?" tanya-nya "Hm panjang ceritanya, pokoknya nanti deh aku jelasin". Setelah membantuku keluar dari lumpur dia pun segera bergegas pergi ke skolah, "Terimakasih ya kawan" teriakku. Aku juga segera pulang kembali ke rumah untuk mengganti baju seragamku yang penuh lumpur. Sesampainya di rumah aku pun sempat kena marah karena dikiranya aku main-main, kedua orangtuaku mengira bahwa aku hanya beralasan saja agar tidak pergi ke sekolah. Tapi kan faktanya aku kena musibah, haduh aku bingung menjelaskannya.



